17 TAHUN HIDUP DIKUBURAN

Ini merupakan kisah religi yang sangat masyhur di kalangan Netizen, sekitar 430.000 artikel terkait dalam waktu 0.69 detik akan tampil ketika kita ketik judul tersebut. Belum diketahui sumber utama yang menulis kisah ini, namun siapapun itu semoga Allah mengalirkan terus pahala untuknya.

Dalam Program Baca Senyap ini MTs Amal Shaleh juga menyajikan kisah ini untuk membangkitkan nilai-nilai religi pada kehidupan kita, khususnya para siswa-siswi MTs Amal Shaleh.

Kisah ini dimulai dari keluarga yang cukup berada dan memiliki fasilitas yang sangat mewah di kediamannya, namun yang membingungkan adalah mereka menempatkan anak laki-laki mereka di kuburan. Bukan di dekat kuburan tapi di dalam kuburan. Sungguh sangat mencengangkan.

Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan. Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat keluar dari kuburan tersebut tapi apalah daya ia sama sekali tidak punya kekuatan untuk melawan.

Namun ada kabar gembira dari orang tuanya, menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17, orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya, ia tidak ingin lagi tinggal di kuburankehidupandimualidarisinikuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya?, ia pun masih ragu dengan permintaan tersebut, namun dia pun bertekad untuk menyatakan permintaan tersebut karena sudah tak tahan lagi dengan kehidupan yang dialaminya hingga saat ini.

Hari itu pun tiba. Sang pemuda berulang tahun yang ke-17. Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan. Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta satu hal..” sang ibu menjawab: “Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu.”

Anak    : “Ayah dan Ibu berjanji?”

Ayah : “Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.”

Anak : “Ayah… Ibu… saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan.”

Ayah : “Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?”

Anak : “Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, dan hanya itu permohonanku, Yah.”

Ayah : “Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.”

Anak : “Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Qur’an. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah..”

Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam.

Anak: “Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Qur’an. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan. Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah… Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan. Ajarilah aku membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur’an..”

Ayah dan Ibu pemuda tersebut meneteskan air mata karena perkataan anaknya.

Anak : Ayah, ibu maukah kalian kabulkan permohonan ku itu ??

Ayah : Wahai anakku sungguh maafkan kami yang selama ini lalai dalam hal ini, Insya Allah anakku Ayah, ibu dan dirimu mulai sekarang akan menghiasi rumah ini dengan Al Qur’an, kita akan belajar sama-sama agar rumah ini tidak lagi seperti kuburan.

 

Penjelasan :

Kuburan merupakan tempat sunyi yang diperuntukkan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Begitulah gambaran dari rumah yang didalamnya tida pernah terdengar ayat-ayat suci Allah yang dibacakan, sholat-sholat sunnah yang ditegakkan di rumah, dan do’a-do’a yang di munajatkan sehingga meletakkan penghuninya seperti penghuni kuburan.

Layaknya Penghuni kuburan, mereka tidak bisa lagi berdo’a kepada Allah, mereka tidak bisa lagi membaca Al-Quran, mereka tidak bisa lagi menegakkan sholat fardhu dan sunnah yang mereka harapkan hanyalah do’a-doa’a orang yang masih hidup yang mendoakan mereka terlepas dari adzab kubur dan dimasukkan ke dalam syurga.

Alqur’an merupakan petunjuk dan penolong bagi manusia di dunia dan akhirat, namun masih banyak diantara kita yang tidak percaya dengan Al Qur’an, tidak percaya dengan Kalamullah mengenai seruan dan larangan yang ada didalamnya sehingga Al Qur’an diletakkan diurutan terbelakang dalam kehidupan walaupun ia mengaku Hambanya Allah dan Umatnya Rasulullah.

Dalil Terkait :

  • “jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777)
  • Janganlah kalian menjadikan rumah kalian bagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.” (HR. Muslim).
  • Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjukkan kepada urusan yang lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Israa’: 9).
  • “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an itu obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Akan tetapi ia tidaklah menambah bagi orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Israa’: 82)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*