M. Hasan: Generasi Emas atau Generasi Taik

alumni__12ALUMNI MTs Perguruan Amal Shaleh Medan Angkatan ke-12 Tahun 2014  Insya Allah akan menjadi generasi emas pada delapan hingga dua belas tahun ke depan bilamana mereka mampu mempersiapkan diri sejak dini secara matang dan berkualitas. Persiapan itu mencakup ilmu yang mumpuni, skill yang selalu diasah, serta kebaikan akhlak yang selalu dijaga dan dijunjung tinggi. Bila ketiga aspek ini tidak mampu diwujudkan, bukan tak mungkin mereka hanya akan dicap sebagai generasi taik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala MTs Perguruan Amal Shaleh Medan, Bapak Muhammad Hasan, M.A., dalam kata sambutannya pada acara perpisahan dan penglepasan alumni MTs Amal Shaleh angkatan ke-12 tahun 2014 (Sabtu, 24 Mei 2014) di Aula Perguruan Amal Shaleh Jl. Sawit I No. 4 Perumnas Simalingkar Medan.

Pak Hasan menjelaskan bahwa para alumni harus mampu membentengi diri dari aktivitas yang tidak berguna bagi prestasi dan kemajuan masa depan. Arus informasi dan teknologi yang sangat canggih, kata pak Hasan, hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sebaliknya malah menjadi manusia yang tak tahu diri.

Dewasa ini, lanjut pak Hasan, banyak pelajar yang terjerumus pada kegiatan pergaulan bebas, susah diatur, dan terpengaruh dengan aktivitas negatif. Hal ini sangat berdampak buruk bagi kualitas dan kemajuan diri di masa depan.

“Jangan memikirkan enak sesaat, bebas tanpa mau diatur, namun nanti suatu saat akan menyesal dan merana seumur hidup”, jelas pak Hasan.

Melalui slide infokus pak Hasan memberikan beberapa contoh negatif yang seharusnya tak baik dilakukan oleh pelajar, misalnya, berpacaran, berpakaian tak senonoh, merokok, berbicara kotor, tak terima bila dinasehati, serta gemar mengakses situs porno di media internet.

“Pelajar yang suka berpacaran akan mengganggu konsentrasi belajar, bahkan dampak yang paling jauh adalah mereka berpotensi terjerumus pada pergaulan dan sex bebas”, tambah pak Hasan lagi.

Selain itu, masih menurut pak Hasan, para pelajar juga sangat jarang membaca buku, mereka lebih senang menggenggam Handphone kemana-mana ketimbang membaca buku.

“Lihatlah pelajar dewasa ini, kemana-mana pegang HP, dijalan, di warung, di dalam kelas, hingga tidur pun sambil menggenggam HP”, ungkap pak Hasan menyayangkan.

Kepada para alumni pak Hasan berpesan agar hendaknya mereka selalu berusah mengubah diri ke arah yang lebih baik serta mempergunakan waktu dan kesempatan masa muda secara tepat. Sebab kata pak Hasan, pada 8 tahun mendatang alumni angkatan ke-12 ini akan selesai kuliah S-1, atau pada  10 tahun ke depan akan memperoleh gelar master, atau pada 14 tahun ke depan akan meraih gelar Doktor. Bila ini semua terwujud, tentu saja kan akan membanggakan diri sendiri serta mengharumkan nama orangtua dan keluarga. Generasi inilah yang nantinya akan menjadi generasi emas yang siap memimpin dan menjadi penentu bagi kemajuan agama dan negara tercinta. Namun bila tidak, hanya akan menjadi generasi taik dan sampah masyarakat yang keberadaannya tak diharapkan oleh siapapun. (*)