Mendiknas dan Ide Menertibkan Siswa Berdoa

Salah satu hikmah berdoa adalah agar kita terhindar dari sikap sombong dan membanggakan diri. Selain itu, doa juga dapat mempengaruhi cara berpikir, cara berbuat, dan cara bersikap. Nabi Muhammad saw menganjurkan diri kita berdo’a agar bisa kita mengubah diri menjadi lebih baik.

 

Kebiasaan baik pelajar Indonesia yang selalu mengawali dan mengakhiri pelajarannya dengan berdo’a “seakan-akan”  membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan gerah, sehingga beliau berencana untuk mengevaluasi sekaligus merevisi tata tertib siswa memulai dan mengakhiri pelajaran di sekolah, termasuk soal doa yang diklaim Anies menimbulkan masalah.

“Berdoa sebelum belajar di sekolah, dan berdoa setelah selesai belajar, dinilai sebagai masalah oleh pemerintah??? Ini negara komunis???”, tuding Lucky Hakim.

Ide Mendiknas yang tidak kreatif ini juga disesalkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau siswa yang agamanya Islam tentu berdoa dengan cara Islam, siswa dengan agama lain juga begitu,” ujar anggota MUI Anwar Abbas.

Karena itu, lanjut dia, jangan membuat modus baru. “Kalau ada yang merasa tidak senang, ya suruh saja siswa itu berdoa menurut ajaran agama mereka masing-masing,” katanya.

Kalau dalam satu kelas ada dua kelompok anak-anak yang berbeda agama suruh saja masing-masing kelompok berdoa menurut ajaran agamanya. “Jangan dibuat cara berdoa dengan mengganti kata Allah menjadi Tuhan Yang Maha Esa,” jelas dia.

Dia menjelaskan, sebagai umat Islam, harus berdoa dengan nama Allah seperti terdapat dalam Asmaul Husna. “Saya melihat ide Mendikbud ini sadar atau tidak sadar, bisa menggiring anak kepada paham pluralisme, yang melihat semua agama adalah sama. Ini jelas tidak baik dan tidak benar,” tegas dia.

Banyaknya kritikan dari Ulama dan Kyai akhirnya Mendiknas Baru itupun akhirnya mengalah, dia memilih untuk  tidak melanjutkan ide penyusunan tata tertib (tatib) terkait tata cara membuka dan menutup proses belajar mengajar di sekolah dengan berdoa.

“Tidak tahu tatib itu akan dibikin apa tidak. Itu baru wacana,” kata Anis seperti ditulis Republika,‎ Selasa (9/12).

Makanya pak Menteri, mikir dulu dong sebelum beride…, biar kelihatan Menterinya!!