MTs Amal Shaleh Mengolah Sampah Menjadi Rupiah

SIAPA yang tak kenal sampah, atau tak pernah berurusan dengan sampah? Semua pasti pernah berinteraksi dengannya. Bahkan tak jarang sampah malah menjadi masalah besar di masyarakat.

Beberapa waktu lalu masyarakat Desa Perumnas Simalingkar Kec. Pancur Batu sempat dibuat resah oleh pengelola Sampah. Betapa tidak, sampah rumah tangga yang selama ini diambil saban pagi malah tak terusik hingga beberapa hari lamanya. Jadilah sampah menumpuk dimana-mana.

Di Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di kawasan Louchi, sampah juga menumpuk tinggi. Aroma tak sedap tercium hingga beberapa meter. Tak banyak masyarakat yang tau pucuk penyebabnya. Baru setelah di laporkan ke Petugas terkait, akhirnya sampah-sampah itu kembali ditertibkan sebagaimana biasanya.

Di Perguruan Amal Shaleh sampah juga tak kalah banyaknya, terutama bungkus jajanan para siswa. Selama ini, sampah-sampah tersebut dikumpulkan dan dibakar oleh petugas. Namun kini, sampah-sampah itu akan dikelola oleh MTs Amal Shaleh untuk diubah menjadi rupiah.

Bank Sampah

Ide pengelolaan sampah di Perguruan Amal Shaleh pertama kali dicetuskan oleh Ibu Yati, salah seorang guru Keterampilan di MTs Amal Shaleh yang juga seorang Penggiat Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Medan. Melalui pengelaman ibu Yati, kini para guru dan siswa dilatih untuk mengelola sampah agar bisa menghasilkan rupiah.

Para siswa disarankan untuk mengumpulkan berbagai macam jenis sampah. Sampah-sampah tersebut ditimbang oleh guru wali kelas, kemudian diserahkan kepada koordinator untuk disortir. Setiap sampah yang dibawa oleh siswa akan dibayar sesuai dengan jenis sampah. Uang hasil sampah tersebut langsung dimasukkan ke dalam tabungan siswa yang bersangkutan.

Sampah-sampah yang sudah diserahkan oleh siswa akan dipilah sesuai kebutuhan. Sampah yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan akan disisihkan, sementara sampah yang tak bisa diolah akan langsung dijual ke tukang botot.

Sampah Jadi Asesoris

Beberapa bulan belakangan, siswa MTs Amal Shaleh disibukkan dengan keterampilan mengelola sampah menjadi beragam jenis asesoris.

Kegiatan yang dibidani oleh Ibu Yati dan Ibu Ratima Sari tersebut berhasil membuat sampah menjadi bros baju, gantungan kunci, dompet, pot bunga, tempat tisu, dan lain sebagainya. Hasil olahan sampah ini telah dipamerkan di berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar sekolah, seperti pada kegiatan Pameran UMKM di Tuntungan pada pertengahan September lalu, kegiatan pameran Milad Perguruan Amal Shaleh pada tanggal 1 Oktober 2016, dan kegiatan Karnaval Bazar UMKM Kota Medan yang bekerjasama dengan Handycarft pada tanggal 03 – 09 Oktober 2016 di Atrium Utara Plaza Medan Fair.

Meskipun kegiatan ini masih dalam tahap merintis, namun seluruh siswa MTs Amal Shaleh begitu antusias mengikuti program pengolaan sampah tersebut. Untuk itu Kepala MTs Amal Shaleh, Muhammad Hasan, melalui jejaring sosial mengharapkan doa dan partisipasi dari seluruh warga Perguruan Amal Shaleh agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses dan dapat lebih memotivasi siswa untuk lebih berkreasi di bidangnya masing-masing. (*)